
“Pak Dilla Kangen banget sama bapak, Dilla janji bakal sekolah setinggi mungkin untuk meraih cita-cita Dilla, jangan khawatir ya Pak, Adik dan Ibu InysaAllah Dilla rawat dengan baik” Ujar dila sambil memandangi kuburan sang ayah.

Di sebuah kontrakan kecil di Baleendah, Kabupaten Bandung, hidup seorang remaja bernama Nurian Syaid Abdilla, atau yang akrab dipanggil Dilla. Berusia 16 tahun, Dilla adalah seorang anak yatim yang telah kehilangan ayahnya sejak usianya masih delapan tahun. Ayahnya meninggal ketika Dilla masih kecil, meninggalkan ibunya, Maryana, yang saat itu tengah mengandung sang adik, Fadil.
Selepas kepergian sang Ayah, Ibunda Dilla, Maryana, mengalami kondisi kesehatan yang serius. Stres dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol mengakibatkan gagal ginjal kronis, mengharuskan ibunya untuk menjalani cuci darah setiap Senin dan Kamis di sebuah rumah sakit di Baleendah, Kabupaten Bandung. Sejak saat itu, Dilla menjadi tulang punggung keluarga, merawat sang adik dan membiayai segala kebutuhan keluarga termasuk biaya berobat ibunya dengan penuh kesabaran dan perjuangan.

“Menyerah sih enggak, Cuma suka sedih dan bingung aja kalo lagi gak ada biaya buat sehari-hari, apalagi kalo barengan bayar kontrakan sama kondisi Ibu juga lagi drop, belum lagi biaya sekolah aku dan adik” Ujar dila sambil matanya berkaca-kaca
Meski kondisi ekonomi keluarganya sulit, Dilla tetap bertekad untuk menempuh pendidikan sebaik mungkin. Setiap hari, setelah pulang sekolah, Dilla berjuang dengan berjualan makanan di sekolah dan berkeliling untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, Dilla tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk membantu menghidupi adik-adiknya dan memenuhi biaya pengobatan ibunya.

“Bu, Semangat ya, Ibu pasti sehat lagi, doakan Dilla jadi orang sukses ya bu, supaya Dilla bisa terus membawa Ibu berobat, Ibu jangan khawatir sama adik insyaAllah Dilla juga akan merawat adik sampai sukses”-Lanjut Dilla
Dilla juga tidak lupa untuk menambah ilmu agamanya, membantu mengajar ngaji di madrasah setempat, dan rajin belajar agama setiap hari. Meski hidupnya penuh dengan tantangan, Dilla tetap bersyukur dan tidak pernah putus asa. Ia percaya bahwa dengan tekad dan kerja keras, ia akan mampu membawa keluarganya menuju kehidupan yang lebih baik.
#SahabatKebaikan takdir setiap orang berbeda-beda, perjuangan Dilla sangat luar biasa, takdir kehidupan terus dihadapi dengan penuh perjuangan dan kesabaran. Seakan rasa bahagia dan sedih tak ada artinya lagi, baginya bertahan hidup adalah satu-satunya cara untuk mensyukuri takdir kehidupan yang telah Allah takdirkan untuk keluarganya.
#SahabatKebaikan tidakkah kita menjadi bagian dari perjuangan mereka ? Yuk kirimkan bantuan terbaikmu untuk membantu meringankan beban Dilla dan keluarganya dengan cara :
![]()
Belum ada Fundraiser