
Dengan sandal yang mulai menipis dan tanpa kendaraan, ia berjalan kaki menyusuri jalan, pasar tradisional demi menawarkan dagangannya.

Inilah pekerjaan yang telah ia jalani selama bertahun-tahun sebagai penjual sejadah keliling.
Tak ada kepastian dalam penghasilannya.
Kadang ia membawa pulang Rp50.000. Kadang hanya Rp20.000. Bahkan tak jarang ia pulang tanpa membawa satu rupiah pun karena tak ada satu pun sejadah yang terjual.

Namun sesulit apa pun harinya, Pak Untung selalu berusaha tersenyum di hadapan keluarganya. Ia tak ingin istri dan putrinya mengetahui betapa berat perjuangan yang ia jalani setiap hari.
Di balik senyumnya, tersimpan beban yang jauh lebih berat daripada lelah berjalan kaki.
Putri tercintanya yang baru berusia 15 tahun didiagnosis mengidap tumor ganas pada kaki kanan.

Sejak saat itu, kehidupan keluarga kecil ini berubah sepenuhnya.
Gadis yang dulu aktif bersekolah, bermain, dan bercanda bersama teman-temannya kini hanya mampu terbaring lemah di atas kasur. Setiap hari ia menahan rasa sakit yang terus menghantui tubuhnya.
Sayangnya, perjuangan Pak Untung tak sebanding dengan besarnya biaya pengobatan yang harus ditanggung.
Meski telah memanfaatkan BPJS, masih banyak kebutuhan medis yang tidak sepenuhnya ditanggung. Mulai dari obat-obatan, pemeriksaan lanjutan, kontrol rutin, transportasi menuju rumah sakit, hingga kebutuhan sehari-hari selama proses pengobatan.
Semakin hari, beban itu semakin berat.
Hingga akhirnya, keluarga ini harus mengambil keputusan yang begitu menyakitkan.
Karena keterbatasan biaya, pengobatan sang putri terpaksa terhenti selama tiga bulan.
Selama tiga bulan itu, tumor terus berkembang.
Harapan yang semula ingin dipertahankan perlahan berubah menjadi kekhawatiran.
Hingga suatu hari, hasil pemeriksaan dokter membawa kabar yang menghancurkan hati mereka.
Dokter menyampaikan bahwa tumor ganas tersebut harus segera ditangani.
Pilihan medis yang paling memungkinkan adalah amputasi kaki sang putri agar penyebaran penyakit dapat dihentikan.
Apabila tindakan itu terus tertunda, risiko penyebaran tumor dapat mengancam nyawanya.
Mendengar penjelasan dokter, Pak Untung hanya mampu menundukkan kepala.
Tak ada kata yang sanggup ia ucapkan.
Ia menggenggam tangan putrinya lebih erat, berusaha menyembunyikan air mata yang jatuh tanpa mampu dibendung.
Sebagai seorang ayah, ia ingin melakukan apa pun demi menyelamatkan anaknya.

Namun kenyataannya, penghasilan dari berjualan sejadah keliling bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi membiayai pengobatan yang begitu besar.
Hari ini...
Pak Untung tidak meminta hidup mewah.
Ia hanya ingin satu hal.
Melihat putrinya kembali memiliki kesempatan untuk hidup, tersenyum, dan melangkah menatap masa depan.
Sodaraku,
Hari ini kita memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari harapan keluarga kecil ini.
Bantuan yang Anda berikan akan membantu meringankan biaya obat-obatan, pemeriksaan lanjutan, kontrol rumah sakit, kebutuhan pasca tindakan medis, serta kebutuhan hidup sehari-hari selama proses pengobatan berlangsung.
LAZ Hidayah Berbagi Indonesia
Alamat : Jl. Nasional III No.333-409, Margaluyu, Cikoneng, Ciamis Regency, West Java 46261
Legalitas Lembaga :
Izin operasional LAZ Kabupaten/kota Nomor : 438 Tahun 2025 - Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
Call Center: 0821 8900 3030
![]()
Belum ada Fundraiser