
Di usianya yang baru 18 tahun, Sadam masih memiliki banyak impian. Ia ingin kembali bersekolah, berkumpul bersama teman-temannya, dan suatu hari bisa mewujudkan cita-citanya menjadi seorang tentara.

Namun, sejak sekitar Maret 2026, kehidupan Sadam berubah setelah ia terjatuh di kamar mandi.
Awalnya, keluarga mengira rasa sakit yang dirasakan Sadam hanya akibat terjatuh. Ia kemudian dibawa berobat secara tradisional ke ahli patah tulang. Setelah menjalani pengobatan, Sadam sempat kembali berjalan selama kurang lebih satu minggu.
Keluarganya pun sempat berharap kondisi Sadam akan segera membaik.
Namun ternyata rasa sakit itu kembali muncul. Kakinya semakin sering terasa nyeri dan aktivitasnya mulai terganggu. Hingga akhirnya, keluarga melihat adanya benjolan pada bagian kaki Sadam.
Karena khawatir, orang tua Sadam kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah menjalani pemeriksaan, Sadam didiagnosis mengalami Primary bone tumor of left proximal tibia, susp. osteosarcoma, yaitu tumor tulang primer pada bagian tulang kering kiri dekat lutut dengan kecurigaan osteosarcoma.
Osteosarcoma merupakan salah satu jenis kanker tulang yang dapat menyerang remaja dan dewasa muda. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan atau benjolan, hingga membuat seseorang kesulitan bergerak.

Sejak sakit, Sadam tidak lagi bisa menjalani aktivitas seperti sebelumnya. Ia harus menghadapi rasa nyeri di kakinya dan untuk sementara waktu harus berhenti sekolah.
Padahal, sekolah masih menjadi salah satu hal yang ingin ia perjuangkan.
Meski begitu, Sadam masih menyimpan harapan untuk bisa kembali duduk di bangku sekolah.
Ia juga masih memegang erat cita-citanya untuk menjadi seorang tentara.
Sadam ingin suatu hari bisa berdiri tegap, membanggakan kedua orang tuanya, dan menjadi anak yang berguna bagi banyak orang. 
Di tengah kondisi tersebut, sang ayah terus berusaha mendampingi dan memenuhi kebutuhan pengobatan Sadam.
Dari pagi hingga larut malam, ayah Sadam terus berjualan kopi keliling. Saat modalnya habis, ia bekerja sebagai buruh serabutan untuk tetap mendapatkan penghasilan. Pendapatannya pun tidak menentu, terkadang hanya sekitar Rp50.000 dalam sehari.
Semua ia lakukan agar Sadam bisa terus berobat, kembali sekolah, dan mengejar cita-citanya menjadi seorang tentara.
Namun untuk melewati semua proses tersebut, Sadam dan keluarganya masih membutuhkan dukungan.
#Sodaraku, saat ini Sadam membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan, pemeriksaan lanjutan, kontrol, kebutuhan selama menjalani pengobatan, serta kebutuhan harian keluarga selama mendampingi Sadam.
Mari bantu Sadam dan keluarganya agar perjuangan ini tidak harus mereka jalani sendirian.
LAZ Hidayah Berbagi Indonesia
Alamat : Jl. Nasional III No.333-409, Margaluyu, Cikoneng, Ciamis Regency, West Java 46261
Legalitas Lembaga :
Izin operasional LAZ Kabupaten/kota Nomor : 438 Tahun 2025 - Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
Call Center: 0821 8900 3030
![]()
Menanti doa-doa orang baik