
Di usia ketika anak-anak lain masih sibuk bermain dan bermanja dengan orang tuanya, Nia justru harus belajar menghadapi kehilangan.

Dua tahun lalu, Nia kehilangan ayahnya. Sejak saat itu, ibunya, Ibu Dede, menjadi satu-satunya tempat ia pulang dan bergantung.
Namun kini, ibunya jatuh sakit. ia mengidap Neurofibroma yaitu jenis tumor jinak (non-kanker) yang tumbuh pada jaringan atau selubung saraf tepi.

Ibu Dede yang sebelumnya bekerja sebagai buruh kupas singkong untuk memenuhi kebutuhan hidup, kini tak lagi bisa bekerja seperti dahulu. Sakit di punggungnya semakin parah, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka harus berhemat. Biaya pengobatan pun menjadi beban yang sulit dijangkau.

Di tengah keadaan itu, Nia berusaha membantu ibunya sebisanya dengan berjualan. Di usianya yang baru 9 tahun, ia harus melihat orang yang paling disayanginya menahan sakit, tanpa tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membuat ibunya kembali sehat.
Nia masih bersekolah dan berusaha menjalani hari-harinya seperti anak-anak lain. Meski terkadang harus menghadapi ejekan karena kondisi keluarganya, ia berusaha tetap tersenyum di hadapan ibunya. Seolah tak ingin membuat ibunya semakin bersedih.
Padahal, Nia juga masih seorang anak kecil. Ia pun membutuhkan perhatian, perlindungan, dan pelukan seorang ibu.

Di dunia ini, Nia sudah kehilangan ayahnya. Ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk kembali merasakan hangatnya kasih sayang seorang ibu yang sehat.
Ibu Dede hanya ingin sembuh agar bisa kembali bekerja, merawat Nia, dan menjalani hari-hari bersama putri kecilnya. Sementara Nia hanya ingin ibunya sehat, agar ia tetap memiliki tempat untuk pulang.
#Sodaraku, mari hadir untuk Nia dan Ibu Dede. Uluran tangan kita dapat membantu meringankan kebutuhan pengobatan Ibu Dede dan memberi Nia kesempatan untuk kembali menjalani masa kecilnya dengan lebih tenang.
Bantu Ibu Dede berjuang untuk sembuh. Bantu Nia tetap memiliki pelukan seorang ibu.