
Di perbukitan Tasikmalaya, ada Kampung Cikuya, tempat sekitar 50 kepala keluarga masih berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat kemarau datang, sumber air semakin sulit ditemukan.
Untuk mendapatkan air minum, warga harus datang ke sebuah kubangan.

Di tempat inilah mereka mengantre, mengisi wadah dengan air, lalu membawanya pulang untuk kebutuhan keluarga.

Air dari kubangan yang seharusnya bukan menjadi pilihan, kini menjadi salah satu sumber air yang mereka andalkan untuk minum.
Saat kemarau panjang, bukan hanya warga Kampung Cikuya yang datang. Warga dari desa sekitar pun turut bergantung pada sumber air yang sama.
Warga telah berusaha menghadirkan sumber air bersih secara mandiri. Namun, keterbatasan biaya membuat harapan itu belum terwujud.
Untuk sementara, mereka hanya bisa menjaga Sumur Geblog agar tetap dapat digunakan.
Mereka tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin air bersih yang layak untuk diminum.
Kini, mari bersama membantu menghadirkan sumber air bersih bagi warga Kampung Cikuya.
Setiap donasi menjadi bagian dari ikhtiar agar mereka tidak lagi harus bergantung pada air kubangan untuk mendapatkan air minum.
Semoga setiap tetes air bersih yang mengalir kelak menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.